
Apakah wajar merasa kecewa pada negara, tapi tetap ingin mencintai Indonesia? Dalam diskusi jujur ini, gw diskusi bareng Tom Lembong, Merry Riana, dan Maria Sagrado ngebahas optimisme maupun pesimisme, kepastian hukum, krisis lingkungan, respons pemerintah, serta masa depan Indonesia di tengah kekecewaan publik. Obrolan ini bukan tentang menyalahkan, tapi tentang gimana tetap kritis, waras, dan kontributif sebagai warga negara. Karena mencintai Indonesia bukan berarti menutup mata dan abai—melainkan berani peduli. Diskusi ini digelar oleh Alumni The University of Sheffield di Indonesia, saat UK Alumni Year-End Gathering, 11 Desember 2025 lalu. TIMECODE: 00:00 Opening 4:19 Pasca Tom dikriminalisasi, nyesel nggak balik ke Indonesia? 9:06 Siapa yang berkepentingan menjebloskan Tom Lembong ke penjara? 12:15 Apa yang membuat Merry Riana mau jadi stafsus? 17:50 Apakah hukum digunakan untuk mengkriminalisasi? 22:45 Tidak ada bukti korupsi tapi Tom divonis 4.5 tahun penjara 28:00 Apa yang harus diubah pemerintah menurut Merry Riana? 32:40 Tanggapan Muhammad Neil El Himam – Deputi Bidang Kreativitas dan Teknologi 36:15 Q & A 44:10 Modifikasi cuaca pasca bencana 45:10 Apa faktor pendorong Tom Lembong kembali ke Indonesia? 49:19 Last statement from speakers #Indonesia #OptimismeIndonesia #CintaIndonesia #TomLembong #MerryRiana #RoomForImprovement