
Ketika kritik berubah jadi ancaman… apakah kita masih benar-benar bebas untuk bicara? Di episode ini, Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (CELIOS), membagikan pengalaman nyata menghadapi ancaman serius setelah vokal mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bukan sekadar soal kebijakan—ini tentang risiko menjadi suara kritis di Indonesia hari ini. Kami membahas: • Ancaman penyiraman air keras & teror digital terhadap peneliti • Mengapa kritik terhadap MBG bisa memicu reaksi ekstrem • Dugaan masalah dalam implementasi & distribusi anggaran MBG • Apakah ruang demokrasi kita semakin menyempit? • Ketika pengamat & akademisi mulai takut bicara, apa dampaknya bagi masa depan Indonesia? • Kontroversi kesepakatan dagang Indonesia–Amerika Serikat Ini bukan hanya percakapan tentang ekonomi dan kebijakan publik. Ini adalah percakapan tentang keberanian, risiko, dan masa depan demokrasi kita. TIME CODE 00:00 Opening 03:30 Peneliti CELIOS diteror 08:15 Solidaritas untuk Andrie Yunus 14:40 MBG: agenda politik atau kebijakan gizi? 23:30 Anggaran MBG: porsi makanan vs operasional 32:44 MBG rawan korupsi? 40:20 Isu keterkaitan CELIOS & George Soros 46:05 Polemik perjanjian dagang Indonesia–AS 55:32 Politik bebas aktif Indonesia dipertanyakan 57:10 Rapid fire questions 59:35 Riset berbasis data tidak bisa dipidanakan